Skip to main content

Posts

Featured

Inovasi Sunyi di Madrasah Salaf: Menemukan Jiwa Sejati dari Konsep ‘Sekolah Plus’

Dalam wacana pendidikan nasional, madrasah seringkali diberi label sebagai “sekolah plus”. Sebuah label yang sekilas terdengar positif, menyiratkan adanya nilai lebih yang ditawarkan dibandingkan sekolah umum. Secara teknis, ‘plus’ ini didefinisikan oleh adanya lima mata pelajaran agama tambahan: Al-Qur'an Hadis, Akidah Akhlak, Fiqh, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), dan Bahasa Arab . Namun, di tengah kesibukan mengejar standar kurikulum, sebuah pertanyaan fundamental kerap kali mengemuka: apakah nilai ‘plus’ itu benar-benar meresap menjadi kompetensi dan karakter, atau ia hanya berhenti sebagai deretan angka tambahan di rapor siswa? Pertanyaan inilah yang menjadi pemantik sebuah tugas kuliah yang membawa saya untuk melakukan observasi dan wawancara. Pilihan saya jatuh pada Madrasah Aliyah (MA) Assalafiyah Darussalaf di Desa Asem, Cirebon. Melalui percakapan mendalam dengan Kepala Sekolahnya, Bapak Amrin Hakimin, S.Pd., saya tidak hanya menemukan jawaban, tetapi juga sebuah paradig...

Latest Posts

Hak Murid Atas Pelajaran Agama: Antara Aturan dan Kenyataan di Kelas

Implementasi Metode Keteladanan dalam Pendidikan Agama Anak Usia Dini: Membangun Generasi yang Berakhlak Mulia

Kekurangan Guru PAI: Tantangan dalam Implementasi Kurikulum

Moderasi Beragama: Kunci Mendidik Generasi Cinta Damai dan Berbangsa

Agama di Tengah Revolusi Digital: Menjaga Relevansi di Era Modern

Menjaga Keutuhan Negara: Mengapa Gerakan Khilafah Tidak Bisa Berkembang di Indonesia

Relasi Agama dan Budaya dalam Masyarakat Indonesia

Menyusuri Jalan Toleransi: Agama Islam dan Dinamika Keberagaman di Indonesia